Selasa, 10 November 2015

periode perkembangan masa dewasa



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia adalah makhluk sosial yang eksploratif dan potensial. Manusia dikatakan makhluk yang eksploratif karena manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri baik secara fisik maupun psikis. Manusia sebagai makhluk potensial karena pada diri manusia tersimpan sejumlah kemampuan bawaan yang dapat dikembangkan secara nyata. Sebagai akhir dari masa remaja adalah masa dewasa, atau biasa disebut dengan masa adolesen. Ketika manusia menginjak masa dewasanya sudah terlihat adanya kematangan dalam dirinya. Kematangan jiwa tersebut menggambarkan bahwa manusia tersebut sudah menyadari makna hidupnya. Setiap individu akan mengalami proses perkembangan yang tidak akan dapat ditolak, terlepas dari kehendak individu yang bersangkutan. Masa dewasa adalah masa dimana individu telah menyelesaikan pertumbuhannya dan siap menerima kedudukannya dalam masyarakat bersama begitupun dengan orang dewasa lainnya. Secara fisik, seorang dewasa menampilkan profil yang sempurna dalam arti bahwa pertumbuhan dan perkembangan aspek-aspek secara fisiologis telah mencapai posisi puncak. Mereka memiliki daya tahan dan taraf kesehatan yang prima sehingga dalam melakukan berbagai kegiatan tampak inisiatif, kreatif, energik, cepat, dan proaktif.







B. Rumusan Masalah

2.      Apa yang dimaksud dengan periode perkembangan masa dewasa madya dan bagaimana karakteristiknya?
3.      Apa yang dimaksud dengan periode perkembangan masa dewasa akhir dan bagaimana karakteristiknya?

C. Tujuan Makalah

1.      Mengetahui definisi dan karakteristik pada periode perkembangan masa dewasa awal.
2.      Mengetahui definisi dan karakteristik pada periode perkembangan masa dewasa madya.
3.      Mengetahui definisi dan karakteristik pada periode perkembangan masa dewasa akhir.











BAB II
PEMBAHASAN
A.     Periode Perkembangan Masa Dewasa Awal
Individu yang menginjak usia 21 tahun sampai usia 40 tahun termasuk kedalam periode dewasa awal. Masa dewasa awal merupakan periode penyesuaian diri terhadap pola-pola kehidupan baru mulai dari segi fisik hingga segi psikis. Adapun periode penyesuaian dari segi fisik dan psikis tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Periode Penyesuaian Diri Dewasa Awal dalam Segi Fisik
Ketika orang tumbuh menjadi dewasa, pria dan wanita dewasa telah belajar untuk menerima perubahan-perubahan fisik. Meskipun terkadang penampilan seseorang secara fisik tidak sebagaimana yang diharapkan, namun orang tersebut dapat berusaha untuk menjadikan dirinya menarik dan bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisiknya.
2.      Periode Penyesuaian Diri Dewasa Awal dalam Segi Psikis
Periode dewasa awal mengalami perubahan-perubahan secara psikis, diantaranya dapat dipaparkan dalam berbagai segi yaitu sebagai berikut ini:
1.      Intelegensi / Kognitif
Intelegensi merupakan Kemampuan berfikir lebih realistis dan berfikir jauh kedepan, strategis dan selalu bersemangat untuk  berwawasan luas. Usia dewasa  awal adala masa pengoptimalan intelegensi setiap individu. Dewasa awal adalah masa dimana seseorang dapat berpikir luas dan dapat mengembangkan segala hal yang terdapat dalam pemikirannya. Biasanya seseorang akan langsung dapat menuangkan segala pemikirannya dalam sebuah perbuatan. 
2.      Moral
Dalam teori Kohlberg, perkembangan moral anak-anak dan remaja mengiringi kematangan kognisi. Pada masa dewasa, penilaian moral seringkali menjadi lebih kompleks. Pengalaman mungkin mengarahkan orang dewasa untuk mengevaluasi kembali criteria mereka tentang bener dan salah. Sebagian orang secara spontan menyebut pengalaman personal sebagai alasan jawaban mereka terhadap dilemma moral.
3.      Emosional
Sekitar awal atau pertengahan umur tiga puluhan, kebanyakan orang muda telah mampu memecahkan masalah-masalah mereka dengan cukup baik sehingga menjadi stabil dan tenang secara emosional.
4.      Sosial
Dengan berakhirnya pendidikan formal dan terjunnya seseorang ke dalam pola kehidupan orang dewasa yaitu karier, perkawinan dan rumah tangga hubungan dengan teman-teman kelompok sebaya masa remaja menjadi renggang dan berbarengan dengan itu keterlibatan dalam kegiatan kelompok di luar rumah akan terus berkurang.
5.      Bahasa
Usia dewasa awal adalah masa seseorang dapat lebih berfikir matang dibandingkan masa remaja dan anak-anak. Segala sesuatu yang akan dilakukan pasti sudah dipikirkan secara matang.. Orang yang menginjak masa dewasa awal dapat lebih pandai menggunakan bahasa yang tepat sesuai dengan lawan bicaranya..
6.      Kepribadian
Ketika seseorang tumbuh menjadi dewasa, pria dan wanita dewasa telah belajar untuk menerima perubahan-perubahan fisik dan telah tahu pula memanfaatkannya.


7.      Rasa Keinginan
Akhir masa remaja, keinginan untuk keluar dari lingkungan rumah menjadi semakin besar lagi. Mereka semakin terdorong dengan keinginan untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi di tempat lain, atau bekerja di tempat yang baru.  Dalam bersosialisasi mereka umumnya sudah cukup  nyaman dengan kemampuan dirinya dan sudah mulai menemukan identitas  dirinya.
8.      Keagamaan
Biasanya, sesudah orang menjadi dewasa ia telah dapat mengatasi keragu-raguan di bidang kepercayaan atau agamanya, yang menggangunya pada waktu ia masa remaja. Setelah menjadi dewasa ia biasanya sudah mempunyai suatu pandangan hidup, yang didasarkan pada agama, yang member kepuasan baginya

B.      Periode Perkembangan Masa Dewasa Madya
Individu yang berusia 40 tahun sampai 60 tahun disebut sebagai masa dewasa madya. Usia ini secara keseluruhan kondisi kejiwaannya (psikis) semakin stabil, namun pada kondisi fisiknya semakin menurun dengan bertambahnya usia. Kondisi fisik maupun psikis tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut ini:
1.      Penyesuaian Terhadap Perubahan Kondisi Fisik
Banyak dari para dewasa madya mengalami kecemasan pada penampilan fisik yang pada akhirnya akan mengganggu masa relasi dengan pasangannya. Mereka cemas mempertahankan pasangannya. Ciri-ciri perunahan fisik masa dewasa madya yaitu berat badan semakin bertambah, rontoknya rambut dan mulai beruban, kulit pada wajah, leher, lengan dan tangan semakin keriput , tubuh menjadi gemuk, terutama pada perut, mengendulnya otot sekitar dagu, lengan atas dan perut, gigi mulai ompong dan berwarna kuning, mata kurang bersinar dan sering mengeluarkan kotoran mata, awal memasuki masa menopause atau klimakteria.


2.      Penyesuaian Terhadap Perubahan Kondisi Psikis
a.       Intelegensi / Kognitif
Perkembangan pada tahap ini intelektual dewasa sudah mencapai titik akhir puncaknya yang sama dengan perkembangan tahap sebelumnya (tahap pemuda). Semua hal yang berikutnya sebenarnya merupakan perluasan, penerapan, dan penghalusan dari pola pemikiran ini. Orang dewasa madya mampu memasuki dunia logis yang berlaku secara mutlak dan universal yaitu dunia idealitas paling tinggi. Orang dewasa dalam menyelesaikan suatu masalah langsung memasuki masalahnya. Ia mampu mencoba beberapa penyelesaian secara konkrit dan dapat melihat akibat langsung dari usaha-usahanya guna menyelesaikan masalah tersebut.
b.      Moral
           Pada masa ini aspek-aspek perkembangan moral dan keagamaan tumbuh dengan pesat. Tentu hal ini tidak lepas dari kesadaran terhadap dirinya untuk menjadi serang individu yang utuh dan terintegrasi. Masa dewasa ini selalu memiliki keinginan untuk bisa mengikuti niliai-nilai adat istiadat yang berlaku, begitu pula dengan nilai keagamaan yang memiliki tempat tersendiri di hati orang dewasa, namun sering kali dewasa muda belum bisa mengikuti nilai-nilai tersebut secara sempurna.
c.       Emosional
Menurut Erikson, pada masa ini individu dihadapkan atas dua hal generativity vs stagnasi Mencakup rencana-rencana orang dewasa atas apa yang mereka harap guna membantu generasi muda mengembangkan dan mengarahkan kehidupan yang berguna melalui generativitas / bangkit. Sebaliknya, stagnasi (berhenti), yaitu ketika individu tidak melakukan apa-apa untuk generasi berikutnya. Memberikan asuhan, bimbingan pada anak-anak, individu generatif adalah seseorang yang mempelajari keahlian, mengembangkan warisan diri yang positif dan membimbing orang yang lebih muda.
d.      Sosial
Ciri-ciri yang menyangkut pribadi dan sosial pada masa Dewasa madya ( Middle Adulthood)  ini antara lain:
1)      Masa dewasa madya merupakan periode yang ditakuti dilihat dari seluruh kehidupan manusia.
2)      Masa dewasa madya merupakan masa transisi.
3)      Masa dewasa madya adalah masa berprestasi.
4)      Pada masa dewasa madya ini perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan masa sebelumnya..
e.       Bahasa
Menguasai bahasa adalah salah satu cara terjalinnya komunikasi yang lebih dekat. Antara satu individu dengan individu lain dapat terjalin keakraban ketika satu dengan yang lain menjalin komunikasi yang intensif. Pada usia dewasa madya, terdapatnya suatu kesulitan dalam berkomunikasi. Usia madya ini mulai mengalami kemunduran dalam segi bahasa setelah mengalami pucaknya. Kosa kata tinggi yang dulu pernah dimengerti, kini sedikit-sedikit mulai terlupakan akibat faktor kemunduran ingatan.
f.       Kepribadian
Usia madya cenderung mulai terlihat sifat yang sedikit seperti kekanak-kanakan. Orang yang menginjak usia madya ini lebih suka untuk lebih diperhatikan oleh orang-orang sekitar. Hal ini dikarenakan dengan menyadarinya adanya kemunduran-kemunduran fisik yang dialami sehingga timbul perasaan membutuhkan keberadaan orang lain untuk membantu beberapa aktivitas tertentu.
g.      Rasa Keinginan
Rasa keinginan pada usia dewasa madya sedikit lebih berkurang daripada masa sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya perasaan sudah terpenuhinya segala kebutuhan, ambisi, dan cita-cita yang sudah dicapai. Adanya kepuasan ini menimbulkan berkurangnya motivasi untuk mengejar karier terus-menerus seperti masa sebelumnya.
h.      Keagamaan
Masa dewasa madya menunjukkan tanda positiv pada aspek keagamaan. Seseorang yang menginjak masa ini lebih meningkatkan diri dalam melakukan ibadah dengan khusuk kepada Allah swt.

3.       Bahaya Fisik dan Bahaya Psikologis Masa Dewasa Madya

a.    Bahaya Fisik

·         Menurunnya kesehatan
·         Menurunnya fungsi fisilogis
·         Menurunnya daya seksual
·         Menurunnya  kemampuan indra

b. Bahaya Psikologis  

·         Idealism pada masa muda 
·         Stress
·         Kecanggungan 
·         Perasaan jenuh
·         Rasa kesepian 
·         Aspirasi yang tidak realistis


C.     Periode Perkembangan Masa Dewasa Akhir
Masa dewasa akhir disebut juga  usia lanjut. Masa dewasa akhir adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang. Masa Dewasa Lanjut (Lansia)- Senescence: dimulai dari umur 60 thn- kematian.
1.      Penyesuaian Terhadap Perubahan Kondisi Fisik
·         Perubahan fisik pada masa dewasa akhir
Perubahan fisik yang terjadi pada masa dewasa akhir adalah bertambahnya berat badan, rontoknya rambut dan beruban, kulir wajah, leher, lengan dan tangan makin keriput, mengendurnya otot sekitar dagu, lengan dan perut, gigi mulai copot dan berwarna kuning, mata kurang bersinar dan mengeluarkan kotoran mata.  
·         Menurunnya fungsi fisiologis
Perubahan tubuh bagian kuar terjadi seiring perubahan tubuh bagian dalam, seperti pada dinding saluran arteri menjadi rapuh, naiknnya tekanan darah, komplikasi penyakit jantung. Fungsi kelenjar tubuh lamban sehingga semakin bau.  Gerakan tubuh dan fungsi pencernaan makin lamban sehingga men galami konstifasi.
·         Menurunnya kesehatan
Masalah-masalah kesehatan yang sering muncul yaitu mudah lelah dan telinga mendengung, sakit otot, sangat peka pada kulit, sering mengalami pusing, konstifasi, sendawa, asam lambung, berkurangnya selera makan, dan sulit tidur.
·         Menurunnya kemampuan indra
Seperti penurunan pada fungsi penglihatan diikiti dengan katarak, menjadi tuli, daya penciuman, dan daya rasa makin turun. 
·         Menurunnya daya seksual
Kemunduran daya seksual sebagian besar adalah akibat kondisi kesehatan yang semakin buruk dan defisiensi gonad..  
·         Munculnya sindrom-sindrom menjelang menopause
Sindrom terhadap berhentinya haid.Ketidaknyamanan fisik yang dialami masa menopause ialah rasa tegang dan linu yang tiba-tiba di sekujur tubuh, termasuk pada leher, pada bagian atas dan keringat, gejala panas, tegang, pening, lelah, jengkel, cepat marah, dan jantung berdebar-debar.

2.      Penyesuaian Terhadap Perubahan Kondisi Psikis
a.    Intelegensi/Kognitif
Usia dewasa akhir dilihat dari segi kognitif menglami kemunduran dengan ditandai munculnya penyakit lupa atau pikun.
b.    Moral
Secara segi moral, usia dewasa akhir lebih cenderung tidak perduli lagi dengan norma-norma atau aturan-aturan yang ada di lingkungan tersebut. Hal ini dikarenakan banyaknya terjadi kemunduran dalam fisiknya yang berakibat berdampak pada moralnya.
c.    Emosional
Usia dewasa akhir lebih tempramen dalam segi emosional. Hal ini dikarenakan berawal dari faktor fisik yang semakin mengalami kemunduran sehingga berpengaruh pada segi psikis termasuk emosionalnya.
d.   Sosial
Akibat adanya kemunduran dari segi aspek fisik, moral, intelegensi, dan lebih cepat temperamental, maka usia dewasa akhir semakin jauh dari lingkungan masyarakat dan mulai terkucilkan.
e.    Bahasa
Usia dewasa akhir dari segi bahasa juga mengalami kemunduran dengan ditandai pelafalan kosa kata yang kurang jelas.
f.     Kepribadian
Segi kepibadian usia dewasa akhir lebih cenderung seperti kekanak-kanakan. Orang yang menginjak usia ini lebih manja seperti anak-anak dikarenakan ia sendiri menyadari bahwa ia membutuhkan bantuan dari orang-orang terdekat dan berharap orang-orang terdekat tersebut dapat mengindahkan keinginannya tersebut.
g.    Rasa Keinginan
Usia dewasa akhir cenderung lebih mengalami kemunduran dalam rasa keinginan dan motivasi. Pada usia ini bahkan ada yang begitu saja pasrah dengan ketidak berdayaan melakukan berbagai hal..
h.    Keagamaan
Berbeda halnya dari segi aspek psikologis lainnya yang mengalami banyak kemunduran, justru dari segi agama semakin adanya kemajuan yang pesat.


BAB III
PENUTUP
A.                Kesimpulan
            Perkembangan masa dewasa pada manusia dibagi menjadi 3 tahap yaitu dewasa dini, dewasa madya dan dewasa lanjut. Masa Dewasa Dini: dimulai pada umur 18 thn- 40 thn, saat masa perubahan-perubahan fisik meyertai berkurangnya kemampuan reproduksi. Masa Dewasa Madya: dimulai pada umur 40 thn- 80 thn. Kemampuan fisik dan psikologis menurun dengan jelas pada setiap orang.Masa Dewasa Lanjut (Lansia)- Senescence: dimulai dari umur 60 thn- kematian. Kemampuan fisik dan psikologis cepat menurun, berpenampialn, bertindak dan berperasaan seperti ketika masih lebih muda.Perkembangan usia dewasa dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor intelegensi, moral, emosional, sosial, bahasa, kepribadian dan sebagainya. Pada masa dewasa seseorang mengalami perubahan baik fisik maupun psikisnya yang dan biasanya ditandai dengan menurunya fungsi indera dan kemampuan fisik. .
B.                Saran
Makalah ini merupakan bahasan secara ringkas dari psikologi yang menjelaskan tentang masa dewasa dini, masa dewasa madya dan masa dewasa akhir. Diharapkan di makalah ini dapat memberikan dasar pemahaman teori ringkas mengenai ciri-ciri dan penjelasan-penjelasan tentang masa dewasa dini, masa dewasa madya dan masa dewasa akhir.







DAFTAR PUSTAKA





Tidak ada komentar:

Posting Komentar