BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah
makhluk sosial yang eksploratif dan potensial. Manusia dikatakan makhluk yang
eksploratif karena manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri baik
secara fisik maupun psikis. Manusia sebagai makhluk potensial karena pada diri
manusia tersimpan sejumlah kemampuan bawaan yang dapat dikembangkan secara
nyata. Sebagai akhir dari masa
remaja adalah masa dewasa, atau biasa disebut dengan masa adolesen. Ketika
manusia menginjak masa dewasanya sudah terlihat adanya kematangan dalam
dirinya. Kematangan jiwa tersebut menggambarkan bahwa manusia tersebut sudah
menyadari makna hidupnya. Setiap
individu akan mengalami proses perkembangan yang tidak akan dapat ditolak, terlepas dari kehendak individu yang bersangkutan. Masa dewasa adalah masa dimana
individu telah menyelesaikan pertumbuhannya dan siap menerima kedudukannya
dalam masyarakat bersama begitupun dengan orang dewasa lainnya. Secara fisik,
seorang dewasa menampilkan profil yang sempurna dalam arti bahwa pertumbuhan
dan perkembangan aspek-aspek secara fisiologis telah mencapai posisi puncak.
Mereka memiliki daya tahan dan taraf kesehatan yang prima sehingga dalam
melakukan berbagai kegiatan tampak inisiatif, kreatif, energik, cepat, dan
proaktif.
B. Rumusan Masalah
2. Apa yang dimaksud dengan periode perkembangan masa dewasa madya dan
bagaimana karakteristiknya?
3. Apa yang dimaksud dengan periode perkembangan masa dewasa akhir dan
bagaimana karakteristiknya?
C. Tujuan Makalah
1.
Mengetahui
definisi dan karakteristik pada periode perkembangan masa dewasa awal.
2.
Mengetahui
definisi dan karakteristik pada periode perkembangan masa dewasa madya.
3.
Mengetahui
definisi dan karakteristik pada periode perkembangan masa dewasa akhir.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Periode Perkembangan Masa Dewasa Awal
Individu yang menginjak usia 21 tahun sampai usia 40 tahun termasuk kedalam
periode dewasa awal. Masa dewasa awal merupakan periode penyesuaian diri
terhadap pola-pola kehidupan baru mulai dari segi fisik hingga segi psikis.
Adapun periode penyesuaian dari segi fisik dan psikis tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut:
1. Periode Penyesuaian Diri Dewasa Awal dalam Segi Fisik
Ketika orang
tumbuh menjadi dewasa, pria dan wanita dewasa telah belajar untuk menerima
perubahan-perubahan fisik. Meskipun terkadang penampilan seseorang secara fisik
tidak sebagaimana yang diharapkan, namun orang tersebut dapat berusaha untuk
menjadikan dirinya menarik dan bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisiknya.
2. Periode Penyesuaian Diri Dewasa Awal dalam Segi Psikis
Periode
dewasa awal mengalami perubahan-perubahan secara psikis, diantaranya dapat
dipaparkan dalam berbagai segi yaitu sebagai berikut ini:
1.
Intelegensi
/ Kognitif
Intelegensi merupakan Kemampuan berfikir lebih realistis dan berfikir jauh kedepan, strategis
dan selalu bersemangat untuk berwawasan luas. Usia dewasa awal
adala masa pengoptimalan intelegensi setiap individu. Dewasa awal adalah masa
dimana seseorang dapat berpikir luas dan dapat mengembangkan segala hal yang
terdapat dalam pemikirannya. Biasanya seseorang akan langsung dapat menuangkan
segala pemikirannya dalam sebuah perbuatan.
2.
Moral
Dalam teori Kohlberg, perkembangan moral anak-anak dan remaja mengiringi
kematangan kognisi. Pada masa dewasa, penilaian moral seringkali menjadi lebih
kompleks. Pengalaman mungkin mengarahkan orang dewasa untuk mengevaluasi
kembali criteria mereka tentang bener dan salah. Sebagian orang secara spontan
menyebut pengalaman personal sebagai alasan jawaban mereka terhadap dilemma
moral.
3.
Emosional
Sekitar awal
atau pertengahan umur tiga puluhan, kebanyakan orang muda telah mampu
memecahkan masalah-masalah mereka dengan cukup baik sehingga menjadi stabil dan
tenang secara emosional.
4.
Sosial
Dengan
berakhirnya pendidikan formal dan terjunnya seseorang ke dalam pola kehidupan
orang dewasa yaitu karier, perkawinan dan rumah tangga hubungan dengan
teman-teman kelompok sebaya masa remaja menjadi renggang dan berbarengan dengan
itu keterlibatan dalam kegiatan kelompok di luar rumah akan terus berkurang.
5.
Bahasa
Usia dewasa
awal adalah masa seseorang dapat lebih berfikir matang dibandingkan masa remaja
dan anak-anak. Segala sesuatu yang akan dilakukan pasti sudah dipikirkan secara
matang.. Orang yang menginjak masa dewasa awal dapat lebih pandai menggunakan
bahasa yang tepat sesuai dengan lawan bicaranya..
6.
Kepribadian
Ketika
seseorang tumbuh menjadi dewasa, pria dan wanita dewasa telah belajar untuk
menerima perubahan-perubahan fisik dan telah tahu pula memanfaatkannya.
7.
Rasa
Keinginan
Akhir masa remaja, keinginan
untuk keluar dari lingkungan rumah menjadi semakin besar lagi. Mereka semakin
terdorong dengan keinginan untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi di
tempat lain, atau bekerja di tempat yang baru. Dalam bersosialisasi
mereka umumnya sudah cukup nyaman dengan kemampuan dirinya dan sudah
mulai menemukan identitas dirinya.
8.
Keagamaan
Biasanya,
sesudah orang menjadi dewasa ia telah dapat mengatasi keragu-raguan di bidang
kepercayaan atau agamanya, yang menggangunya pada waktu ia masa remaja. Setelah
menjadi dewasa ia biasanya sudah mempunyai suatu pandangan hidup, yang
didasarkan pada agama, yang member kepuasan baginya
B. Periode Perkembangan Masa Dewasa Madya
Individu yang berusia 40 tahun sampai 60 tahun disebut sebagai masa dewasa
madya. Usia ini secara keseluruhan kondisi kejiwaannya (psikis) semakin stabil,
namun pada kondisi fisiknya semakin menurun dengan bertambahnya usia. Kondisi
fisik maupun psikis tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut ini:
1.
Penyesuaian
Terhadap Perubahan Kondisi Fisik
Banyak dari para dewasa madya
mengalami kecemasan pada penampilan fisik yang pada akhirnya akan mengganggu
masa relasi dengan pasangannya. Mereka cemas mempertahankan pasangannya.
Ciri-ciri perunahan fisik masa dewasa madya yaitu berat badan semakin
bertambah, rontoknya rambut dan mulai beruban, kulit pada wajah, leher, lengan
dan tangan semakin keriput , tubuh menjadi gemuk, terutama pada perut,
mengendulnya otot sekitar dagu, lengan atas dan perut, gigi mulai ompong dan
berwarna kuning, mata kurang bersinar dan sering mengeluarkan kotoran mata,
awal memasuki masa menopause atau klimakteria.
2.
Penyesuaian
Terhadap Perubahan Kondisi Psikis
a.
Intelegensi
/ Kognitif
Perkembangan
pada tahap ini intelektual dewasa sudah mencapai titik akhir puncaknya yang
sama dengan perkembangan tahap sebelumnya (tahap pemuda). Semua hal yang
berikutnya sebenarnya merupakan perluasan, penerapan, dan penghalusan dari pola
pemikiran ini. Orang dewasa madya mampu memasuki dunia logis yang berlaku
secara mutlak dan universal yaitu dunia idealitas paling tinggi. Orang dewasa
dalam menyelesaikan suatu masalah langsung memasuki masalahnya. Ia mampu
mencoba beberapa penyelesaian secara konkrit dan dapat melihat akibat langsung
dari usaha-usahanya guna menyelesaikan masalah tersebut.
b.
Moral
Pada masa ini
aspek-aspek perkembangan moral dan
keagamaan tumbuh dengan pesat. Tentu hal ini tidak lepas dari kesadaran
terhadap dirinya untuk menjadi serang individu yang utuh dan terintegrasi. Masa
dewasa ini selalu memiliki keinginan untuk bisa mengikuti niliai-nilai adat
istiadat yang berlaku, begitu pula dengan nilai keagamaan yang memiliki tempat
tersendiri di hati orang dewasa, namun sering kali dewasa muda belum bisa
mengikuti nilai-nilai tersebut secara sempurna.
c.
Emosional
Menurut
Erikson, pada masa ini individu dihadapkan atas dua hal generativity vs
stagnasi Mencakup rencana-rencana orang dewasa atas apa yang mereka harap guna
membantu generasi muda mengembangkan dan mengarahkan kehidupan yang berguna
melalui generativitas / bangkit. Sebaliknya, stagnasi (berhenti), yaitu ketika
individu tidak melakukan apa-apa untuk generasi berikutnya. Memberikan asuhan,
bimbingan pada anak-anak, individu generatif adalah seseorang yang mempelajari
keahlian, mengembangkan warisan diri yang positif dan membimbing orang yang
lebih muda.
d.
Sosial
Ciri-ciri yang menyangkut pribadi
dan sosial pada masa Dewasa madya ( Middle Adulthood) ini antara lain:
1)
Masa dewasa madya merupakan periode yang ditakuti
dilihat dari seluruh kehidupan manusia.
2)
Masa dewasa madya merupakan masa transisi.
3)
Masa dewasa madya adalah masa berprestasi.
4)
Pada masa dewasa madya ini perhatian terhadap agama
lebih besar dibandingkan dengan masa sebelumnya..
e.
Bahasa
Menguasai
bahasa adalah salah satu cara terjalinnya komunikasi yang lebih dekat. Antara
satu individu dengan individu lain dapat terjalin keakraban ketika satu dengan
yang lain menjalin komunikasi yang intensif. Pada usia dewasa madya,
terdapatnya suatu kesulitan dalam berkomunikasi. Usia madya ini mulai mengalami
kemunduran dalam segi bahasa setelah mengalami pucaknya. Kosa kata tinggi yang
dulu pernah dimengerti, kini sedikit-sedikit mulai terlupakan akibat faktor
kemunduran ingatan.
f.
Kepribadian
Usia madya
cenderung mulai terlihat sifat yang sedikit seperti kekanak-kanakan. Orang yang
menginjak usia madya ini lebih suka untuk lebih diperhatikan oleh orang-orang
sekitar. Hal ini dikarenakan dengan menyadarinya adanya kemunduran-kemunduran
fisik yang dialami sehingga timbul perasaan membutuhkan keberadaan orang lain
untuk membantu beberapa aktivitas tertentu.
g.
Rasa
Keinginan
Rasa
keinginan pada usia dewasa madya sedikit lebih berkurang daripada masa
sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya perasaan sudah terpenuhinya segala
kebutuhan, ambisi, dan cita-cita yang sudah dicapai. Adanya kepuasan ini
menimbulkan berkurangnya motivasi untuk mengejar karier terus-menerus seperti
masa sebelumnya.
h.
Keagamaan
Masa dewasa
madya menunjukkan tanda positiv pada aspek keagamaan. Seseorang yang menginjak
masa ini lebih meningkatkan diri dalam melakukan ibadah dengan khusuk kepada
Allah swt.
3. Bahaya Fisik dan Bahaya Psikologis Masa Dewasa Madya
a. Bahaya Fisik
·
Menurunnya kesehatan
·
Menurunnya fungsi fisilogis
·
Menurunnya daya seksual
·
Menurunnya kemampuan indra
b. Bahaya Psikologis
·
Idealism pada masa muda
·
Stress
·
Kecanggungan
·
Perasaan jenuh
·
Rasa kesepian
·
Aspirasi yang tidak realistis
C. Periode Perkembangan Masa Dewasa Akhir
Masa dewasa akhir disebut juga usia lanjut. Masa dewasa akhir adalah
periode penutup dalam rentang hidup seseorang. Masa Dewasa Lanjut (Lansia)-
Senescence: dimulai dari umur 60 thn- kematian.
1. Penyesuaian Terhadap Perubahan Kondisi Fisik
·
Perubahan fisik pada masa dewasa akhir
Perubahan fisik yang
terjadi pada masa dewasa akhir adalah bertambahnya berat badan, rontoknya
rambut dan beruban, kulir wajah, leher, lengan dan tangan makin keriput,
mengendurnya otot sekitar dagu, lengan dan perut, gigi mulai copot dan berwarna
kuning, mata kurang bersinar dan mengeluarkan kotoran mata.
·
Menurunnya fungsi fisiologis
Perubahan tubuh bagian
kuar terjadi seiring perubahan tubuh bagian dalam, seperti pada dinding saluran
arteri menjadi rapuh, naiknnya tekanan darah, komplikasi penyakit jantung.
Fungsi kelenjar tubuh lamban sehingga semakin bau. Gerakan tubuh dan fungsi pencernaan makin
lamban sehingga men galami konstifasi.
·
Menurunnya kesehatan
Masalah-masalah
kesehatan yang sering muncul yaitu mudah lelah dan telinga mendengung, sakit
otot, sangat peka pada kulit, sering mengalami pusing, konstifasi, sendawa,
asam lambung, berkurangnya selera makan, dan sulit tidur.
·
Menurunnya kemampuan indra
Seperti penurunan pada
fungsi penglihatan diikiti dengan katarak, menjadi tuli, daya penciuman, dan
daya rasa makin turun.
·
Menurunnya daya seksual
Kemunduran daya seksual
sebagian besar adalah akibat kondisi kesehatan yang semakin buruk dan
defisiensi gonad..
·
Munculnya sindrom-sindrom menjelang
menopause
Sindrom terhadap berhentinya
haid.Ketidaknyamanan fisik yang dialami masa menopause ialah rasa tegang dan
linu yang tiba-tiba di sekujur tubuh, termasuk pada leher, pada bagian atas dan
keringat, gejala panas, tegang, pening, lelah, jengkel, cepat marah, dan
jantung berdebar-debar.
2. Penyesuaian Terhadap Perubahan Kondisi Psikis
a.
Intelegensi/Kognitif
Usia dewasa
akhir dilihat dari segi kognitif menglami kemunduran dengan ditandai munculnya
penyakit lupa atau pikun.
b.
Moral
Secara segi
moral, usia dewasa akhir lebih cenderung tidak perduli lagi dengan norma-norma
atau aturan-aturan yang ada di lingkungan tersebut. Hal ini dikarenakan
banyaknya terjadi kemunduran dalam fisiknya yang berakibat berdampak pada
moralnya.
c.
Emosional
Usia dewasa
akhir lebih tempramen dalam segi emosional. Hal ini dikarenakan berawal dari
faktor fisik yang semakin mengalami kemunduran sehingga berpengaruh pada segi
psikis termasuk emosionalnya.
d.
Sosial
Akibat
adanya kemunduran dari segi aspek fisik, moral, intelegensi, dan lebih cepat
temperamental, maka usia dewasa akhir semakin jauh dari lingkungan masyarakat
dan mulai terkucilkan.
e.
Bahasa
Usia dewasa
akhir dari segi bahasa juga mengalami kemunduran dengan ditandai pelafalan kosa
kata yang kurang jelas.
f.
Kepribadian
Segi
kepibadian usia dewasa akhir lebih cenderung seperti kekanak-kanakan. Orang
yang menginjak usia ini lebih manja seperti anak-anak dikarenakan ia sendiri
menyadari bahwa ia membutuhkan bantuan dari orang-orang terdekat dan berharap
orang-orang terdekat tersebut dapat mengindahkan keinginannya tersebut.
g.
Rasa Keinginan
Usia dewasa
akhir cenderung lebih mengalami kemunduran dalam rasa keinginan dan motivasi.
Pada usia ini bahkan ada yang begitu saja pasrah dengan ketidak berdayaan
melakukan berbagai hal..
h.
Keagamaan
Berbeda
halnya dari segi aspek psikologis lainnya yang mengalami banyak kemunduran,
justru dari segi agama semakin adanya kemajuan yang pesat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perkembangan masa dewasa pada manusia dibagi menjadi 3
tahap yaitu dewasa dini, dewasa madya dan dewasa lanjut. Masa Dewasa
Dini: dimulai pada umur 18 thn- 40 thn, saat masa perubahan-perubahan fisik
meyertai berkurangnya kemampuan reproduksi. Masa Dewasa Madya: dimulai pada
umur 40 thn- 80 thn. Kemampuan fisik dan psikologis menurun dengan jelas pada
setiap orang.Masa Dewasa Lanjut (Lansia)- Senescence: dimulai dari umur 60 thn-
kematian. Kemampuan fisik dan psikologis cepat menurun, berpenampialn,
bertindak dan berperasaan seperti ketika masih lebih muda.Perkembangan
usia dewasa dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor intelegensi, moral,
emosional, sosial, bahasa, kepribadian dan sebagainya. Pada masa dewasa
seseorang mengalami perubahan baik fisik maupun psikisnya yang dan biasanya
ditandai dengan menurunya fungsi indera dan kemampuan fisik. .
B.
Saran
Makalah ini
merupakan bahasan secara ringkas dari psikologi yang menjelaskan tentang masa
dewasa dini, masa dewasa madya dan masa dewasa akhir. Diharapkan di makalah ini
dapat memberikan dasar pemahaman teori ringkas mengenai ciri-ciri dan
penjelasan-penjelasan tentang masa dewasa dini, masa dewasa madya dan masa
dewasa akhir.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar