Rabu, 11 November 2015



BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang digunakan oleh manusia dengan sesamanya. Bahasa disampaikan secara lisan dan tulisan. Dalam bahasa terdapat ide,gagasan dan pikiran yang mewakili diri seseorang. Setiap gagasan pikiran atau konsep yang dimiliki hendaknya disampaikan dalam bentuk kalimat agar apa yang dipikirkan dan diinginkan dapat diterima oleh pendengar atau pembaca. Oleh karena itu penggunaan kata dalam kalimat haruslah tepat. Kalimat yang jelas dan baik akan lebih mudah dipahami oleh orang lain.
Melalui kalimat efektif dapat disampaikan pikiran, gagasan atau ide yang kita miliki secara jelas kepada orang lain. Dengan demikian penggunaan kalimat efektif dapat membantu pembicara menyampaikan maksudnya dan pendengar dapat lebih mudah memahami isi dari kalimat tersebut. Agar kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat, unsur kalimat yang digunakan harus lengkap dan jelas.
Ketrampilan menggunakan perangkat kebahasaan dalam menulis merupakan ketrampilan pokok yang harus dimiliki seseorang dalam menulis. Oleh karena itu makalah ini dibuat dengan dengan tujuan agar pembaca dapat lebih mengtahui tentang bagaimana penggunaan kalimat efektif.










B.        Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1.      Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif?
2.      Apa ciri-ciri kalimat efektif?
3.      Bagaimana struktur kalimat efektif?
4.      Penyebab ketidak efektifan kalimat

C.        Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan pembahasan dari makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui pengertian kalimat efektif dan penggunaannya.
2.      Untuk mengetahui ciri-ciri kalimt efektif.
3.      Untuk mengetahui struktur kalimat efektif.
4.      Untuk mengetahui penyebab kalimat tidak efektif.

D.       Manfaat Pembahasan
Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah
1.      Untuk mengetahui peran penggunaan kalimat dalam berkomunikasi khususnya kalimat efektif.
2.      Untuk mengetahui cara penggunaan kalimat efektif yang baik dan benar.
3.      Menciptakan komunikasi yang efisien dan efektif karena maksud pembicaraan dapat tersampaikan dengan jelas.










BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan penutur/penulisnya secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang memiliki kemampuan menimbulkan gagasan atau pikiran pada pendengar atau pembaca. Dengan kata lain, kalimat efektif  adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya.
Efektif mengandung pengertian tepat guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat. Pengertian efektif dalam kalimat adalah dan ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula. Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa :
1.      Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca. (Rahayu: 2007)
2.      Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan mudah dipahami orang lain secara tepat. (Akhadiah, Arsjad, dan Ridwan:2001)
3.      Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca. (Arifin: 1989)
4.      Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. (Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi: 2009)
5.      Kalimat efektif di pahami sebagai sebuah kalimat yang dapat membantu menjelaskan sesuatu persoalan secara lebih singkat jelas padat dan mudah di mengerti serta di artikan. (ARIF HP: 2013)
Dari beberapa uraian di atas dapat diambil kata kunci dari definisi kalimat efektif yaitu sesuai kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami. Jadi, kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.
Kalimat efektif syarat-syarat sebagai berikut:
1.      Secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2.      Mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.

B.     Ciri-ciri Kalimat Efektif
1.      Memiliki keutuhan atau kesatuan gagasan
Yang dimaksud keutuhan atau kesauan gagasan adalah kalimat harus memiliki stuktur gramatikal yang utuh. Subjek, predikat dan objeknya harus jelas dan saling mendukung membentuk satu kesatuan gagasan. Arifin (1991) dan Pusat Bahasa (1991) menyampaikan secara eksplisit bahwa subjek kalimat tidak boleh didahului dengan preposisi, predikat tidak didahului dengan kata yang serta kalimat tidak buntung. Yang dimaksud kalimat buntung adalah kalimat yang memiliki predikat verba transitif yang seharusnya diikuti oleh objek tetapi dihilangkan.

2.      Memiliki perpautan atau kepaduan
Yang dimaksud perpautan atau kepaduan yaitu adanya hubungan yang logis diantara unsur-unsur didalam kalimat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan kepaduan kalimat, yaitu:
a)      Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris.
b)      Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.
c)      Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripad atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.
3.      Memiliki pemusatan perhatian atau penekanan
Pemusatan perhatian atau penekanan adalah adanya upaya penulis untuk menonjolkan salah satu bagian dalam kalimat sesuai dengan kebutuhan
Caranya:
a)      Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.
b)      Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.
c)      Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.
d)     Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.

4.      Memiliki kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu, tetapi  tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Hal ini dikaranekan, penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. Untuk itu, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu:
a)      Menghilangkan pengulangan subjek.
b)      Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.
c)      Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.
d)     Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.





5.      Memiliki kevariasian
Kevariasian digunakan untuk menghindarkan pembaca dari kebosanan kerena membaca kalimat yang pola dan bentuknya sama. Paragraf memerlukan pola dan jenis kalimat yang berariasi. Variasi kalimat dapat terjadi dalam beberapa hal diantaranya :
a)      Cara memulai kalimat, misalnya kalimat dimulai dengan subjek, dengan predikat atau dengan frase.
b)      Panjang pendeknya kalimat bervariasi
c)      Jenis kalimat yang digunakan bervariasi
d)     Penggunaan kalimat aktif adan pasif
e)      Penggunaan kalimat langsung dan tak langsung

6.      Keparalelan atau Kesajajaran
Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Jika pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga












.
C.    Struktur Kalimat Efektif
Kalimat dikatakan efektif jika memenuhi dua syarat utama, yaitu (1) struktur kalimat efektif dan (2) ciri kalimat efektif. Struktur kalimat efektif mencakup (a) kalimat umum, (b) kalimat paralel, dan (c) kalimat periodik. Sementara itu, ciri kalimat efektif meliputi :
a)      Kesatuan (unity)
b)      Kehematan (economy)
c)      Penekanan (emphasis); dan
d)     Kevariasian (variety)
Uraian selanjutnya dimulai dengan stuktur kalimat efektif sebagai berikut.
1.      Struktur Kalimat Umum
Unsur-unsur yang mambnagun sebuah kalimat dapat dibedaskan menjadi dua, yaitu: unsur wajib dan unsur tak wajib (unsur manasuka). Unsure wajid adalah unsur yang harus ada dalam sebuah kalimat (yaitu S/subjek dan P/ Predikat), sedangkan unsure takwajib atau unsure manasuka adalah unsur yang boleh ada dan boleh tidak ada (yaitu kata kerja Bantu : harus, boleh, keterangan aspek: sudah, akan, keterangan :tempat, waktu, cara dan sebagainya).
2.      Struktur Kalimat Paralel
Yang dimaksud kesejajaran (paralelisme) dalam kalimat adalah penggunaan bentuk-bentuk bahasa yang sama yang dipakai dalam susunan serial. Jika sebuah ide dalam sebuah kalimat dinyatakan dengna frase (kelompok kata), maka ide-ide yang sederajat harus dinyatakan dengan frase. Jika sebuah ide dalam suatu kalimat dinyatakan dengan kata benda, maka ide lain yang sederajat harus dengan kata benda juga. Demikian juga halnya bila sebuah ide dalam sebuah kalimat dinyatakan dengan kata kerja, maka ide lainnya yang sederajat harus dinyatakan dengan jenis kata yang sama.
D.    Penyebab Ketidak Efektifan Kalimat
kalimat efektif merupakan kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh pendengar atu pembaca secara tepat pula. akan tetapai untuk membuat kalimat efektif tidaklah mudah. Menurut Nazar (1991: 44) ketidak efektifan kalimat dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok:
1.      Ketidak kelengkapan unsur kalimat
Kalimat efektif harus memiliki unsur-unsur yang lengkap dan eksplisit. untuk  itu kalimat efektif sekurang-kurangnya harus mengandung unsur subjek dan predikat. jika salah satu unsur atau kedua unsur itu tidak ada maka kalimat itu dikatakan tidak sempurna.

2.      Kalimat dipengaruhi bahasa asing
Dalam hal ini yang sering kita jumpai yaitu bahasa inggris, dalam karya ilmiah sering dijumpai pemakaian bentuk-bentuk di mana, dalam mana, di dalam mana, dari mana dan yang mana sebagai penghubung. menurut Ramlan (1994: 35) penggunaan bentuk-bentuk tersebut kemungkinan besar dipengaruhi oleh bahsa asing, khususnya bahasa inggris. bentuk dimana sejajar dengan penggunaan where, dalam mana dan di dalam mana sejajar dengan pengunaan which. dikatakan dipengaruhi oleh bahasa inggris karena dalam bahasa inggris bentuk-bentuk itu lazim digunakan sebagai penghubung.

3.      Kalimat mengandung makna ganda
Yaitu kalimat yang menimbulkan penafsiran makna yang lebih dari satu makna. agar kalimat tidak menimbulkan tafsiran ganda, kalimat tersebut harus dibuat selengkap mungkin atau menggunakan tanda baca tertentu.



4.      Kalimat mengandung pleonasme
Kalimat pleonasme merupakan kalimat yang tidak ekonomis karena terdapat kata-kata yang sebetulnya tidak perlu digunakan. menurut Babudu (1983: 29) timbulnya gejala pleonasme disebabkan oleh (1) dua kata atau lebih yang sama maknanya dipakai sekaligus dalam suatu ungkapan; (2) dalam suatu ungkapan yang terdiri atas dua patah kata, kata kedua sebenarnya tidak diperlukan lagi sebab maknanya sudah terkandung  dalam kata yang pertama; (3) bentuk kata yang dipakai mengandung makna yang sama sengan kata-kata yang lain yang dipakai berama-sama dalam ungkapan itu.
5.      Kalimat bermakna tidak logis
Kalimat efektif harus dapat diterima oleh akal sehat atau bersifat logis.kalimat berikut tergolong kalimat yang tidak logis.Contohnya "dengan mengucapkan syukur alhamdulillah selesailah makalah ini."kalau kita perhatikan secara sepintas kalimat diatas tampaknya tidak salah. akan tetapi, apabila diperhatikan lebih seksama ternyata tidak masuk akal. seseorang untuk menyelesaikan sebuah makalah dia harus bekerja dulu dan tidak mungkin makalah itu akan dapat selesai hanya dengan membaca alhamdulilah. jadi supaya kalimat  itu dapat diterima, kalimat itu dapat diubah menjadi " syukur alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah yang Maha kuasa karena dengan ijinnya jualah makalah ini dapat diselesaikan.

6.      Kalimat dengan struktur rancu
Kalimat rancu adalah kalimat yang kacau susunannya. menurut Badudu ( 1983: 21) timbulnya kalimat rancu disebabkan oleh:
a)      Pemakai bahasa tidak menguasai benar-benar strukutur bahasa Indonesia yang baku, yang baik dan benar.
b)      Pemakai bahasa tidak memiliki cita rasa bahasa yang baik sehingga tidak dapat merasakan kesalahan bahasa yang dibuatnya.
c)      Dapat juga kesalahan itu terjadi dengan sengaja

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dalam proses menyampaikan ide, gagasan dan fikiran kita yang disampaikan secara lisan maupun tertulis kita membutuhkan bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi. Bahasa yang disampaikan harus jelas agar dapat diterima dengan baik. Kalimat dikatakan efektif bila kalimat tersebut dapat menmbukan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.

B.     Saran
Komunikasi lebih efektif dan efisien jika pembicara/penulis dapat menyampaikan maksud secara tepat. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan mengenai penggunaan kalimat efektif. Dalam pembuatan kalimat efektif hendaknya diperhatikan unsur dan strukturnya pembentuknya. Agar kita menguasai cara penggunakan kalimat efektif maka kita harus rajin berlatih menulis, karena menulis mempunyai aturan (asas menulis yang baik dan benar).








Daftar Pustaka

o   Zulaeha, Ida dkk. 2015. BAHASA INDONESIA Pengantar Penulisan Karya Ilmiah. Semarang: Pusat Pengembangan MKU/MKDK-LP3 UNNES
o   wede56.blogspot.co.id/2014/03/contoh-makalah-bahasa-indonesia-kalimat_25.html
o   http://tugaaaass.blogspot.co.id/2013/01/kalimat-efektif-dan-tidak-efektif.html
o   http://anisa-jannahunesa.blogspot.co.id/2008/03/struktur-kalimat-efektif.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar